Rabu, 23 Maret 2016

Menggapai Kehidupan Baru, Kisah Penderita Kanker


Samarinda – Sejak sembuh dari kanker setelah melakukan pengobatan di Modern Cancer Hospital Guangzhou, undangan untuk menceritakan kisah pengobatanku datang silih berganti. Sebagai duta anti kanker, fotoku juga terpampang di majalah salah satu maskapai penerbangan plat merah dalam negeri. Kemana-mana gratis, keliling Indonesia tanpa harus pusing memikirkan isi kantong. Terbang ke sana-ke mari dengan pesawat terbang. Ini nikmat. Alhamdulillah.
Ribuan senyum dan gelak tawa pernah kutemui di setiap undangan. Tapi, jumlah senyum dan gelak tawa masih kalah jauh dibandingkan jumlah tangis dan kisah pilu yang kutemui. Perbandingannya ibarat air kolam dengan air laut. Jauuuhhhh….
Bagi yang sedang dirundung duka, mungkin kisah hidupku ibarat kisah di negeri khayangan. Ibarat dongeng pengantar tidur. Dongeng dari negeri antah-berantah. Kisah yang seolah-olah tak tergapai. Kisah yang seolah-olah jauh dari kenyataan.
Tidak! Kisahku selama berjuang melawan kanker adalah kisah dari anak manusia biasa. Kisah anak manusia yang berusaha meraih kesembuhan. Kisah yang bisa saja dijalani oleh anak manusia dari belahan bumi manapun.
Seperti kisahku kali ini.
Bangun pagi sebuah kewajiban apalagi akan melakukan perjalanan, hari ini (22/03/2016) perjalanan menuju Samarinda dalam menjalankan tugas kemanusiaan, memberikan motivasi dan informasi tentang penyakit kanker.
Mempersiapkan pakaian dan bekal selama di Samarinda sudah dikerjakan istri, karena baru sehari berada di rumah yang sebelumnya mengikuti lokakarya di Bojonegoro selama 3 hari, lelah soal biasa. Namun tetap harus berangkat lagi.
Dengan terburu-buru menuju Bandara Juanda, melalui jalan tikus yang tak semua orang tahu, akhirnya tiba kurang dari 30 menit di tempat pemberangkatan pesawat. Namun setelah memasuki pesawat bersamaan dengan kedatangan Presiden RI Jokowi, sehingga harus didelay 2 jam.
Demikian juga perjalanan Balikpapan ke Samarinda harus ditempuh selama 4 jam juga karena terbentur dengan kemacetan yang disebabkan perbaikan jalan sehingga membuat macet yang berkepanjangan.
Jarak yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 2,5 sampai 3 jam.Perjalanan dari Kota Bangkalan – Surabaya – Balikpapan – Samarinda harus ditempuh sekitar 10 – 11 jam. Perjalanan cukup melelahkan.
Di bumi Borneo ini. Sekali lagi kutemukan hal nyaris sama dengan di tempat lain. Informasi tentang penyakit kanker dan penyembuhannya masih sangat minim. Malah bukan hanya minim, tapi sulit lit…lit..
Juga seperti yang sudah-sudah, kisah pengobatan kanker yang kujalani menjadi sedikit pelepas dahaga bagi mereka, penderita kanker dan keluarganya.
Hidupku tidak di langit, kisahku bukan kisah langit, kisahku bukan kisah khayangan, kisahku adalah kisah di bumi. Kisah anak manusia. Bujur jua..

By : Jiddan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar