Selasa, 10 Maret 2015

Sepasang Kakak Adik Mengidap Kanker, Pengobatan Minimal Invasif Menjadi Pilihan Utama


Cuaca bulan Desember di Guangzhou sangatlah dingin, namun setiap bangsal di Modern Cancer Hospital Guangzhou penuh dengan kehangatan. Pasien asal Vietnam, Le Thi Mai dan sang adik, Le Hoang Giang sudah akan keluar dari rumah sakit keesokan harinya. Meskipun penyakit kanker membuat sepasang kakak adik ini hampir putus asa, tapi untungnya dalam proses pengobatan mereka menemukan keajaiban, kesehatan mereka pun kembali membaik.
  Operasi : Kekambuhan Berulang Kali
  Tahun 2002, Le Thi Mai tiba-tiba mengalami kesulitan dalam menelan, suara serak dan tidak nyaman pada bagian leher. Rumah sakit di Vietnam memvonis Le Thi Mai terkena “kanker papiler tiroid” yang membuat dirinya sangat terkejut. Ia berpikir, dengan mengikuti saran dokter untuk menjalani tiroidektomi total bilateral dan diseksi kelenjar getih bening bilateral di bagian leher akan membuat kondisi fisiknya semakin membaik. Namun Le Thi Mai dan keluarga tidak menyangka bahwa operasi sama sekali tidak mengakhiri penyakit kanker yang mengerikan ini. Pada tahun 2011, tumor Le Thi Mai kembali kambuh, meskipun saat itu juga ia langsung menjalani pengobatan iodium-131 (i-131), namun hasilnya tetap tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dikarenakan pada bulan Desember 2012 kembali ditemukan adanya pembesaran kelanjar getah bening di kedua sisi leher, metastase pada 2 bagian di paru-paru, serta metastase di bronkiolus. Dalam keputusasaan, Le Thi Mai kembali menjalani diseksi kelenjar getah bening bilateral di bagian leher+bagian paru, serta reseksi bronkiolus.
  Saat para keluarga sedang mengkhawatirkan kondisi penyakit Le Thi Mai, tiba-tiba muncul kembali sebuah masalah. Adik laki-laki Le Thi Mai, Le Hoang Giang mengalami keluhan tidak nyaman di bagian leher dan sulit menelan. Akhirnya hasil pemeriksaan rumah sakit mempertegas dugaan keluarga, Le Hoang Giang divonis sama seperti kakaknya. Le Hoang Giang juga menderita kanker papiler tiroid. Walaupun ia divonis menderita kanker stadium awal, namun 2 kali operasi dan 3 kali pengobatan iodium-131 tidak membuat kondisi Le Hoang Giang stabil.
  Menghadapi pukulan yang bertubi-tubi seperti ini, keluarga Le Thi Mei seakan hancur, namun Le Thi Mei tetap memutuskan untuk menghadapi semua masalah ini dengan tenang. Bagaimanapun ia dan sang adik harus berani melawan kanker ini!
  Terapi Minimal Invasif : Semangat Baru Melawan Kanker
  Di saat sepasang kakak adik ini mengalami kesulitan, salah satu teman yang merupakan survivor kanker papiler tiroid memberi informasi tentang Modern Cancer Hospital Guangzhou. Dan terbukti, saran si teman ini sangatlah tepat.
  Dengan mempertimbangkan kondisi khas penyakit kedua kakak adik ini, ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou segera melakukan pemeriksaan serta mengadakan rapat tim MDT. Berdasarkan kondisi mereka, tim dokter memutuskan untuk menerapkan metode Intervensi + Imunoterapi.
  Dokter yang bertanggung jawab terhadap Le Thi Mai menjelaskan, bahwa Intervensi minimal invasif adalah metode yang dilakukan melalui pembuluh arteri, dengan luka hanya 2-3mm, dilakukan di bawah panduan alat pencitraan medis. Obat anti kanker dimasukkan langsung ke pusat tumor, dengan tingkat konsentrasi obat mencapai 80 kali lipat, dapat secara akurat membunuh tumor. Dibandingkan dengan metode operasi yang mereka jalani sebelumnya, metode-metode ini memiliki keunggulan antara lain luka kecil, pemulihan lebih cepat dan memiliki risiko penyebaran yang lebih kecil. Sedangkan Imunoterapi bermanfaat untuk merangsang fungsi kekebalan tubuh pasien, membersihkan tumor yang dapat menyebar, metode ini sangat berperan untuk mencegah kekambuhan atau penyebaran kanker ke organ lainnya.
  Seperti yang kita ketahui, untuk mempermudah sepasang kakak beradik ini, rumah sakit secara khusus menempatkan mereka ke dalam satu bangsal, pengobatan mereka juga diatur secara bergiliran setiap harinya. Kini, setelah menjalani pengobatan selama 13 hari, tumor mereka telah mengecil hingga kurang dari 1 cm. Mereka sudah dapat menelan secara normal dan suara mereka pun sudah tidak serak lagi.

  Keesokan harinya, mereka pun diperbolehkan pulang, mereka meninggalkan beban tumor yang sudah ditanggung selama bertahun-tahun. Mereka telah mewujudkan keinginan mereka untuk sembuh. Mereka pulang dengan membawa senyuman bahagia. Dengan santai, mereka mendengarkan anjuran-anjuran dari Dr. Pang : “Saat ini, kondisi penyakit mereka sudah terkontrol dengan sangat baik. Di rumah harus beristirahat dengan baik, hindari makanan pedas dan rutin mengkonsumsi obat tiroid.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar