Selasa, 05 Juli 2016

Rumah Sakit Akreditasi JCI Kolaborasi Singapore Pertama di China, Menciptakan Layanan Berkualitas Terbaru

  Proyek St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Resmi Diluncurkan
  Dalam sebuah survei website luar negeri ternama, “Jika situasi ekonomi memungkinkan, apakah anda akan mempertimbangkan untuk berobat ke luar negeri?” Hasil survey menunjukan bahwa lebih dari setengah pengguna internet menjawab ”mungkin saja”, sebagian besar diantaranya beralasan karena pelayanan medis dan teknologi pengobatan di luar negeri lebih modern.
  Saat ini, tren berobat ke luar negeri semakin diminati banyak pasien, menikmati pelayanan prioritas di luar negeri merupakan sebuah kecenderungan terbaru. Pada 3 Juli 2016, Guangzhou menyambut lahirnya Rumah Sakit kerja sama Singapura yang berakreditasi JCI, yaitu St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou (awalnya Modern Cancer Hospital Guangzhou). Ini merupakan proyek medis St Stamford Group Singapore pertama (didirikan oleh Perennial Real Estate Singapore). Rumah sakit tersebut memiliki teknologi medis berstandar Internasional, fasilitas yang modern serta unggul dalam struktur pelayanan medis yang mana memberikan pelayanan medis berstandar internasional bagi pasien dari dalam maupun luar negeri.

  Investor Luar Mendukung Produk Berkualitas Tinggi asal China "Rumah Sakit Swasta”
  Pembukaan Rumah Sakit Kerja Sama China dan Singapore Pertama di Guangzhou
  Pada 3 Juli siang dilaksanakan peresmian dan konferensi pers tentang proyek St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou di hotel Sofitel Guangzhou. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Konsulat Jendral Singapura yang menetap di Guangzhou, Penanggung jawab International Enterprise Singapore untuk wilayah China Selatan - Ms. Hu Liyan, Penanggung jawab Konsulat Jendral AS di Guangzhou - Ms. Ren Hanlu, Konsulat jendral perdagangan dan investasi medis Inggris untuk Guangzhou - Ms. Peng Yi, Pimpinan National Cancer Centre Singapore (NCCS) - Profesor Soo Khee Chee dan sebagainya.
  Direktur St Stamford International Group yang sekaligus merupakan perwakilan Perennial Real Estate - Huang Rongkang dalam jumpa pers menyatakan, ”St Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou adalah proyek investasi pertama kami. Ini adalah sebuah rumah sakit general di Guangzhou yang berfokus pada kanker dan tumor, terkenal dengan serangkaian pelayanan pengobatan kanker. St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah melalui bertahun-tahun untuk melalui proses pembangunan, hingga pada bulan Oktober 2014, rumah sakit ini berhasil mendapatkan akreditasi JCI dengan nilai tinggi, serta menjadi rekan kerja dari Southern Medical China University dan Guangdong Pharmaceutical University. Apresiasi terhadap rumah sakit ini semakin meningkat baik di dalam maupun luar negeri.”

  St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou sebelumnya adalah Modern Cancer Hospital Guangzhou, merupakan sebuah rumah sakit swasta yang sangat mementingkan peningkatkan manajemen rumah sakit, hal ini dapat dijadikan panutan struktur manajemen rumah sakit. Akreditasi JCI Amerika, sistem manajemen mutu ISO hingga kualitas berstandar Singapura bisa dikatakan sebagai sistem manajemen yang menyeluruh dan terbaru. Rumah sakit ini juga bekerja sama dengan berbagai rumah sakit ternama di dunia, seperti National University Hospital of Singapore, Red Cross hospitals - yaitu Shanghai Huashan Hospital dan berbagai rumah sakit lainnya untuk saling bertukar pengalaman manajemen dan serangkaian teori yang kemudian dijadikan pemicu semangat perkembangan St Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou.
  Selain itu, Mr. Huang Rongkang menambahkan, ”Di China, kebutuhan terhadap kombinasi pengobatan kanker semakin bertambah, begitu pula dengan jumlah pasien asal Asia Tenggara, Asia Tengah dan Afrika yang ada di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Group investor berencana untuk menggabungkan seluruh keunggulan medis di Singapura, serta menggunakan level St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk bekerja sama dengan berbagai lembaga medis dan penelitian internasional dan membangun sebuah proyek medis yang unggul.
  Seperti yang diketahui, kali ini Group Perennial Real Estate Singapura berinvestasi di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Tidak hanya dalam hal bantuan dana, tetapi juga sebagai rekan kerja, dengan tujuan untuk membawa teknologi medis, kualitas medis serta sumber daya medis yang ada di Singapura ke St Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou.
  Memasuki Esensi Operasional Rumah Sakit Singapura
  Memberikan Pelayanan Prioritas “Terbaru”
  Singapura terus meningkatkan kualitas dan jenis pelayanan masyarakat, dan berhasil menarik hampir 1 juta pasien asing untuk melakukan pengobatan ke singapura. Banyak jaringan dan lembaga perawatan medis internasional yang memilih untuk melakukan pembangunan di Singapura, menjamin Singapura sebagai Negara dengan level medis terdepan se-Asia atau bahkan se-dunia. Oleh karena itu, kerja sama dengan group Perennial Real Estate Singapore menjadikan St Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menjadi sebuah rumah sakit modern dengan esensi operasional yang memiliki standar Singapura.
  Pimpinan utama St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou - Professor Lin Taijie menyatakan bahwa St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memiliki semua hal yang dimiliki sistem medis di Singapura, mulai dari sistem pelayanan medis, struktural organisasi kedokteran, manajemen kamar inap, perbaikan kualitas dan pengalaman manajemen pasien, standar manajemen 6S, pengontrolan klinis, kualitas dan keamanan manajemen perawatan serta kepemimpinan dan berbagai hal lainnya. Bagi pihak rumah sakit, yang diinginkan pasien tidak hanya pengobatan, melainkan juga pelayanan. Oleh karena itu, selama 24 jam melayani pasien, mereka menciptakan suasana kekeluargaan, menerapkan prinsip yang mementingkan pasien setiap saat dan pelayanan prioritas “terbaru”.
  St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou membangun kursi mandi set, pegangan tangan untuk mencegah pasien jatuh di dalam kamar pasien; sistem ward yang canggih, sistem panggilan visual dimana ketika pasien menekan bel dari dalam kamar atau toilet, para suster akan langsung menerima sinyalnya; setiap kamar memiliki standar hotel berbintang, penggunaan ruangan yang lebih rasional untuk meningkatkan kenyamanan pasien; fasilitas di ward yang dilengkapi dengan baik, menggunakan design yang dapat menciptakan kehangatan, sehingga pasien dapat merasakan kenyamanan layaknya berada di rumah sendiri; serta memberikan akses layanan perawatan medis yang baik. Setelah direnovasi, masing-masing pintu kamar pasien dilengkapi dengan perlengkapan medis sekali pakai, setiap dokter dan suster dapat menemukan masker dan sarung tangan sekali pakai serta perlengkapan lainnya.
  Untuk menciptakan suasana rumah sakit yang harmonis, kita harus menerapkan konsep yang berorientasi pada seluruh proses pekerjaan perawatan kesehatan. Dengan memberikan pelayanan medis yang baik, kita dapat menjaga keharmonisan dan ketertiban lingkungan kerja. “Sembuhkan saya, jangan sakiti saya, rawat saya dengan lebih baik lagi.” Ini adalah syarat utama perawatan di Singapura, yang juga merupakan prinsip perawatan di St Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Bagi seluruh staff St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, kualitas perawatan medis adalah jaminan dasar yang diperlukan oleh semua pasien.

  Mencantumkan “Aplikasi Klinis NanoKnife
  Menargetkan Ketepatan Klinis Dalam Pengobatan Individual
  Pada hari konferensi pers, “Aplikasi Klinis Dasar NanoKnife” St Stamford Modern Cancer Hopsital Guangzhou telah berhasil terdaftar. Ketelitian medis menjadi salah satu penelitian terpanas dalam komunitas ilmiah, dan ini menjadi salah satu tema dalam konferensi pers kali ini.
  Dalam beberapa tahun terakhir, muncul teknologi subversi baru dari ablasi panas atau dingin, yaitu NanoKnife Ablasi (Ireversibel Elektroporasi), membawa harapan pengobatan baru bagi pasien kanker pankreas stadium lanjut dan sebagai pengobatan kanker ganas saluran empedu. Pada Oktober 2011, teknologi Ablasi NanoKnife telah mendapatkan persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) dan sertifikasi CE Uni Eropa untuk diaplikasian secara klinis, dan kini telah lebih dari 100 rumah sakit besar di dunia telah menggunakan teknik ini. Pada Juli 2015, teknologi ini juga telah memperoleh persetujuan dari FDA China untuk diaplikasikan dalam pengobatan tumor ganas padat.
  Hal ini dipahami bahwa dengan praktek rumah sakit kelas dunia, selain mempelajari konsep terbaru pelayanan medis, kemajuan teknologi yang canggih juga merupakan tujuan dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Oleh karena itu, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou selalu mengikuti perkembangan teknologi pengobatan kanker internasional yang dikombinasikan dengan kerja sama Tim MDT, yaitu tim yang terdiri dari spesialis kanker dan departemen bedah onkologi, radiologi, anestesi dan beberapa departemen lainnya. Dan pada akhirnya, tanggal 4 Juni 2016, mereka berhasil menerapkan Teknik Ablasi NanoKnife pertama dalam pengobatan kanker pankreas dengan anestesi total di bawah panduan alat CT.
  Pasien ini adalah seorang pasien kanker pankreas si “Raja Kanker” - Li Xingde (Nama samaran). Li Xingde mengalami distensi abdomen, sakit perut dan terdiagnosa kanker pankreas stadium III dengan ukuran tumor sekitar 4.5x4cm. Setelah berkonsultasi dengan Tim MDT, akhirnya diputuskan untuk menerapkan NanoKnife sebagai bagian dari proses pengobatannya. Pasca tindakan, pasien dalam keadaan baik, tidak ada komplikasi, pasien dapat berjalan 72 jam pasca operasi. Penanggung Jawab Utama bagian NanoKnife – dr. Bai Haishan mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi teknologi Ablasi NanoKnife telah memberikan harapan baru bagi banyak pasien kanker pankreas stadium lanjut atau pasien kanker pankreas yang tidak dapat menjalani operasi atau ablasi.


  Menjadi sebuah rumah sakit berakreditasi JCI Internasional, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memiliki 18 teknologi pengobatan kanker minimal invasif yang dapat menghindarkan pasien dari trauma luka besar akibat operasi dan kemoradioterapi konvensional. Menghadapi kesulitan dalam pengobatan kanker anus, kantong empedu, saluran empedu, pankreas dan saluran kemih, St Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou yang berfokus pada pengobatan kanker medis mengaplikasikan teknik pengobatan medis modern dan terbaru, yaitu NanoKnife, metode ini diharapkan dapat melengkapi kekurangan yang menjadi permasalahan dunia medis selama ini. Tetap menjaga standar tinggi pengobatan demi banyak pasien kanker.

Selasa, 10 Mei 2016

The Long Reach of Medicine

--International Telemedicine Becoming a Growing Force for Modern Cancer Hospital Guangzhou


  At Modern Cancer Hospital Guangzhou, a medical team is busy in discussing the cancer diagnosis and treatment with a cancer patient from a distant region——5,200 miles away via remote video equipments.

  
From a video screen, the patient can be seen clearly and his CT scan photos and medical reports are also shown. The patient is diagnosed with liver cancer stage 3. After finished his chemotherapy and surgery in Indonesia, he did not gain good treatment effect, urging him to find another treatment. While knowing minimally invasive treatments were suitable for his condition, he found out Modern Cancer Hospital Guangzhou and asked for remote consultation. Professional MDT (multidisciplinary team) is listening to patient’s narration and questions, offering medical advice to help him.

  Communication technology has created an explosion in demand for international telemedicine. The long distance is not longer the barrier for patient to have need for better medical health care anymore.

  Modern Cancer Hospital Guangzhou, accredited by the highest international medical standard—JCI, is specialized in advanced minimally invasive treatment for cancer with advantages of small trauma, few side effects etc. The hospital has helped numerous cancer patients from the Philippines, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Arabia, etc conquer cancer and get improvement, gaining good reputation internationally. More cancer patients pursue treatment and consultation in Modern Cancer Hospital Guangzhou. International telemedicine is becoming a growing force. Therefore, the hospital establishes an international remote consultation center to provide a face-to-face remote consultation platform for cancer patients with oncologists.

  The establishment of the International Remote Consultation Center creates a new dimension for the internationalization of Modern Cancer Hospital Guangzhou. There is no need for cancer patients to go out, just staying at home, they can get international high level and high quality medical services as well as professional diagnosis and treatment recommendations from authoritative oncologists.

  Despite challenges such as language and cultural barriers, and time differences, Modern Cancer Hospital Guangzhou involved in cross-border telemedicine are forging ahead to help cancer patients without borders and to spread new hope for cancer patients.

    If you have any questions, please contact us via online consultation or e-mail. If you find our website useful, please follow our FaceBook and YouTube, health information will be updated regularly.

Selasa, 26 April 2016

Teknologi Ablasi Tumor Terbaru : Nanoknife

 
Nanoknife
1. Apa itu Nanoknife

  Nanoknife merupakan jenis teknologi ablasi tumor terbaru, bersumber dari Irreversible Electroporation (IRE), menyerang selaput sel kanker menggunakan tegangan tinggi yang dikeluarkan oleh jarum elektroda, membentuk elektroporasi permanen (IRE), merusak keseimbangan sel dan membuat sel mati dalam waktu singkat.

  2. Aplikasi Nanoknife

  Teknologi “Nanoknife”telah mendapat ijin untuk diterapkan secara klinis oleh FDA Amerika sejak Oktober 2011, teknologi ini juga telah mendapat pengakuan dari CE (Conformit√© Europeenne). Dalam beberapa tahun terakhir, metode ini telah diterapkan di lebih dari 100 rumah sakit kanker dan tumor di dunia. Sedangkan Departemen Kesehatan di China mulai menerapkan metode ini pada Juni 2015.

  3. Kelebihan Nanoknife

  (1) Durasi ablasi yang singkat

  Ketika dilakukan ablasi pada tumor padat yang berukuran 3 cm, durasi waktu yang dibutuhkan tidak lebih dari 5 menit. Setiap pasang jarum akan memancarkan ultrashort pulsa sebesar 90 mikrodetik, durasi pengobatan tidak sampai 1 menit. Walaupun terdapat 3-4 posisi ablasi yang saling tumpang tindih, setelah seluruh proses selesai, jika kondisi pasien memungkinkan, 1-2 hari setelahnya pasien diperbolehkan pulang.

  (2) Menjaga keutuhan pembuluh darah, saraf dan berbagai jaringan penting lainnya

  Kelebihan lain dari Nanoknife adalah dapat melindungi berbagai jaringan penting yang ada di sekitar zona ablasi. Pembuluh darah, saluran empedu, saraf, saluran kencing dan berbagai jaringan lainnya dapat dijaga keutuhannya, tidak akan menimbulkan kerusakan permanen. Dalam proses Nanoknife pada jaringan hati, struktur penting seperti arteri hepatika, vena hepatika, portal dan saluran empedu intrahepatik dapat terlindungi dengan baik.

  (3) Ablasi non-termal

  Proses ablasi Nanoknife dilakukan melalui elektroforesis. Proses ini tidak akan mengeluarkan panas, sedangkan proses ablasi konvensional yang menaikkan atau menurunkan suhu dapat menyebabkan perubahan pada protein dan DNA tubuh pasien, dan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi. Jika di dalam ruang lingkup ablasi terdapat pembuluh darah besar, panas akan terbawa oleh aliran darah, menyebabkan ablasi menjadi tidak menyeluruh dan mudah timbul kekambuhan.

  (4) Pengobatan lebih menyeluruh

  Kelebihan lain dari Nanoknife adalah di mana pun letak tumor, berapapun ukurannya dan apapun bentuknya, Nanoknife dapat melakukan ablasi secara menyeluruh. Nanoknife memiliki batasan-batasan yang jelas, memiliki ketebalan delimitasi 1-2 satuan sel. Metode ini dapat membedakan bagian mana yang "harus diobati" dan "tidak harus diobati", tidak ada istilah "zona abu-abu", dan metode ini dapat mengurangi risiko kekambuhan.

  (5) Bagian yang diablasi dapat dengan cepat digantikan oleh sel normal, memiliki fungsi pemulihan

  Ablasi konvensional yang menggunakan permainan suhu dapat merubah protein pada jaringan, yang dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan koagulasi dan kerusakan, dan jaringan rusak yang ada di dalam ruang lingkup ablasi tidak akan normal kembali. Prinsip Nanoknife adalah menginduksi timbulnya apoptosis pada sel tumor. Dan pada penggunaan Imunoterapi, melalui fungsi fagositosis pada sel, jaringan-jaringan yang mengalami apoptosis akan dibersihkan, memicu regenerasi dan pemulihan jaringan yang normal.

  (6) Proses dapat dipandu atau dimonitor

  Proses Nanoknife dapat dipandu atau dimonitor melalui alat USG, CT, MRI. Di bawah panduan alat pencitraan, tim dokter akan menentukan posisi jarum, area target ablasi dan besar kecilnya ruang lingkup ablasi. Hal ini dapat membantu dokter mengamati perubahan jaringan yang terjadi di zona ablasi, menjamin efektifitas dan keamanan selama proses pengobatan, serta membantu mempercepat pemulihan pasca tindakan.

  (7) Bisa diterapkan pada pasien dengan kondisi yang lebih rumit

  Dalam proses ablasi konvensional, tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain tidak dapat ditangani, dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, proses ablasi dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Karena Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis pasien tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode apapun.

  4. Indikasi Nanoknife

  Nanoknife cocok dapat diterapkan pada berbagai jenis tumor padat, seperti tumor pankreas, hati, paru-paru, ginjal, prostat dan sebagainya, terlebih pada kanker atau tumor yang terletak di bagian anus, kandung empedu, saluran empedu, pankreas dan saluran kencing.

  5. Hal yang harus diperhatikan

  (1) Proses Nanoknife membutuhkan total anestesi, karena tegangan milidetik yang dipancarkan dapat menyebabkan getaran pada otot, sehingga dibutuhkan relaksan otot.

  (2) Nanoknife tidak dapat diterapkan pada kondisi dimana terdapat logam di sekitar tumor (berbagai stent, partikel radioaktif, alat pacu jantung dan sebagainya), pasien aritmia atau pasien dengan infark miokard.

  Nanoknife merupakan teknologi pengobatan terbaru yang dimiliki oleh Modern Cancer Hospital Guangzhou. Metode ini dapat menutupi kekurangan pengobatan di bagian anus, kandung dan saluran empedu, pankreas dan saluran kencing, bertujuan untuk memberikan harapan pengobatan bagi lebih banyak pasien.

    Jika anda memiliki pertanyaan seputar kanker, anda dapat menghubungi kami untuk konsultasi via online, telepon atau email. Untuk info kesehatan lebih lanjut, silakan cek akun sosial Facebook dan Youtube kami.

Minggu, 24 April 2016

Media Asal Indonesia Mengunjungi Modern Cancer Hospital Guangzhou

 
Modern Cancer Hospital Guangzhou
Pada 14 April, rombongan media (18 orang) yang terdiri dari TVRI, media Analisa, Sonpou, Jawa Pos, Harian Nusantara, serta Metro TV, bersama-sama mengunjungi Modern Cancer Hospital Guangzhou. Selain itu, ada pula pasangan suami istri pimpinan Asosiasi Pengobatan Tradisional China di Sumatra Utara (Yang Qingxiang dan istri), pimpinan Asosiasi Pengobatan Tradisional China di Jawa Timur (Lin Shaojuan), tamu kehormatan pimpinan Asosiasi Pengobatan Tradisional China di Jawa Timur (Hu Jiling dan istri) dan lain-lain. Seperti yang diketahui, kunjungan kali ini bertujuan untuk melakukan diskusi lebih dalam dengan Modern Cancer Hospital Guangzhou dan melakukan kerja sama, serta memperkuat pergerakan kedua pihak dan memperdalam persahabatan.

  Direktur Modern Cancer Hospital Guangzhou (Mr. Lin Shaohua), Kepala Rumah Sakit (Mr. Wang Huaizhong) dan berbagai perwakilan rumah sakit pun ikut hadir untuk memberikan sambutan, pihak rumah sakit pun telah mempersiapkan acara penyambutan yang bertempat di ruang serbaguna lantai 9. Direktur Modern Cancer Hospital Guangzhou (Mr. Lin Shaohua) memberikan kata sambutan, memperkenalkan kondisi terbaru, visi, metode pengobatan, pelayanan, serta berbagai penghargaan yang diperoleh oleh Modern Cancer Hospital Guangzhou dalam setahun belakangan : tahun 2014, Modern Cancer Hospital Guangzhou berhasil mendapatkan akreditasi medis tertinggi di dunia – JCI; tahun 2015 membangun kerjasama investasi dengan Singapore Perennial Group; tahun 2016 melakukan diskusi dengan Mayo Clinic asal Amerika. Semua ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk terus berkembang, hal ini bertujuan untuk "memberikan pelayanan paling berkualitas kepada pasien".

  Dengan didampingi oleh Penanggung Jawab Departemen Keperawatan (He Liangqiong), rombongan mengunjungi berbagai bagian rumah sakit, seperti kamar rawat inap, ruang konsultasi jarak jauh dan sebagainya. “Pusat Layanan Konsultasi Jarak Jauh Modern” Modern Cancer Hospital Guangzhou diresmikan pada tahun 2016. Melalui video call, pihak rumah sakit menyediakan layanan konsultasi jarak jauh bagi para pasien, memudahkan pasien mendapatkan layanan medis berkualitas dari tim MDT di Modern Cancer Hospital Guangzhou.

  Untuk lebih memahami tentang Modern Cancer Hospital Guangzhou, para awak media pun melakukan wawancara dengan Kepala Rumah Sakit (Mr. Wang Huaizhong), dan memahami lebih dalam tentang kelebihan-kelebihan metode pengobatan di sini. Para tim medis pun melakukan wawancara singkat dengan para awak media, antara lain Departemen Onkologi, Departemen Traditional Chinese Medicine (TCM), Departemen Intervensi, Departemen Pencitraan, Departemen Laboratorium, Departemen Imunologi, Departemen Gastroenterologi dan lain-lain.

  Sore harinya, rombongan menyaksikan tayangan Cryosurgery yang disiarkan secara langsung, yang mana merupakan metode pengobatan yang mematikan tumor menggunakan suhu dingin dan panas secara bergantian, tumor akan dibekukan menjadi bola es, kemudian dipanaskan dengan suhu 20-40°C hingga tumor mati. Kegiatan ini jelas menambah wawasan mereka akan metode Cryosurgery. Seperti yang diketahui, metode ini tidak membutuhkan luka yang besar dan lebih mudah pulih, metode ini dapat membunuh kanker dengan lebih akurat, memiliki tingkat kekambuhan yang rendah, merupakan pilihan pengobatan yang layak dipilih oleh para pasien kanker.

  Acara “Pejuang Kanker Bulanan” yang ada di Modern Cancer Hospital Guangzhou pun membuat rombongan memahami arti dari sebuah rumah sakit yang telah terakreditasi JCI, bagaimana memberikan kepedulian kepada para pasien, dan mempraktikan pelayanan yang bertaraf internasional. Pada acara tersebut terdapat sesi sharing pasien kanker yang membagikan kisah mereka, pihak rumah sakit pun memberikan sebuket bunga, hadiah dan sertifikat kepada mereka, ini bertujuan untuk menyalurkan kekuatan kepada mereka untuk terus berjuang melawan kanker.

  Pimpinan Asosiasi Pengobatan Tradisional China di Jawa Timur (Hu Jiling dan istri) mengungkapkan bahwa kunjungannya kali ini sangat berarti, selain dapat memahami lebih dalam tentang kondisi, metode pengobatan, teknologi dan lingkungan Modern Cancer Hospital Guangzhou, mereka juga bisa merasakan sendiri pelayanan yang diberikan Modern Cancer Hospital Guangzhou sebagai salah satu rumah sakit dengan akreditasi JCI, seperti bagaimana rumah sakit memperhatikan kondisi psikologis, menghormati, serta memberikan pelayanan terbaik kepada para pasien. Ia sangat optimis dengan masa depan Modern Cancer Hospital Guangzhou, serta berharap untuk dapat menjalani kerja sama dengan Modern Cancer Hospital Guangzhou, bersama-sama memajukan industri medis China-Indonesia.

   Jika anda memiliki pertanyaan seputar kanker, anda dapat menghubungi kami untuk konsultasi via online, telepon atau email. Untuk info kesehatan lebih lanjut, silakan cek akun sosial Facebook dan Youtube kami.

Minggu, 27 Maret 2016

“Thank God, You’re Here”

----Documentary of Dr. Ke’s Clinical Reception
Author: Dr. Ke Liqun from Modern Cancer Hospital Guangzhou



  The person who sat opposite to me was an elderly mother of a cancer patient. From her look of great concern and anxiety, I knew she was a good mother. As we met, she frankly told me, “This is my sixth time to consult Chinese expert.” I handed a cup of tea to her and replied to her with smile, “After you consult with me, I am sure that you will not find the seventh Chinese specialist anymore.”

  According to this mother, I knew that her daughter, a breast cancer patient, was 36 years old. Two years ago, she took surgery first, and then six sessions of chemotherapy, later oral tamoxifen (an anticancer hormone drug). After one year, she discovered cancer came back with metastasis to liver and lung during her regular check-up. Subsequently, she took treatment in Singapore where the doctor made her a plan of 8 sessions of chemotherapy. So far, she had finished 7 sessions. Although the lesions in her lung shrank, the tumor in her liver did not.

  I verified her statement after I compared two CT photos before and after treatment. I asked, “What may you want me to help?” She answered, “Singapore doctors said they only have chemotherapy, while a Chinese professor recommends me 125I seed implantation, and some advise me interventional therapy and cryotherapy. I want to ask for your suggestion.”


  “It’s sad that cancer metastasized to liver and lung so quickly after breast cancer surgery”, rather than answered her questions directly, I said, “If the patient took several sessions of preoperative chemotherapy, then surgery, and lastly chemotherapy and radiotherapy, she would not be in this current condition.” The old woman blurted out, “Yes, Singapore doctor also holds the same opinion.”

  Then, I explained the applicable time, efficacy, limitation and side effects to use surgery, radiotherapy and chemotherapy for advanced breast cancer, as well as their mechanism of immunity damage and promotion of cancer recurrence and metastasis in detail. Furthermore, I pointed out that her daughter was a victim of conventional cancer treatment, taking treatment meanwhile getting cancer metastasis. “I also know that chemotherapy cannot work anymore”, she sighed, “On the one hand, we haven’t found out a reliable treatment to replace chemotherapy yet. On the other hand, my daughter firmly trusts Singapore medical technology. ” When she asked whether there were any reliable alternative treatments in China, I made a detailed introduction of principles, advantages, applications and operating processes of cryotherapy, interventional therapy and particle knife to her, which substituted for surgery, chemotherapy and radiotherapy respectively. Besides, I suggested her daughter come for consultation personally. However, the old women said, “Since she was diagnosed with cancer, she hasn’t wanted to see anyone, even her friends. I have persuaded her to see Chinese doctors for many times, but was rejected. ”

  Two days later, this old woman visited our office again, leading her husband and her son in this time. Her husband said he and his son were doctors, and his wife was a retired pharmacist. They aimed to explore hormone therapy with me.

  He asked, “My daughter’s breast cancer is ER-positive (estrogen receptor-positive). Why can’t tamoxifen prevent her cancer metastasis?”

  “Your question is very professional”, I said, “Indeed, estrogen is highly correlated with breast cancer development. Since the early 1990s, people take estrogen as the high-risk factor of breast cancer. But it is not the only factor that causes cancer. Because tamoxifen plays a role in resisting estrogen, applying tamoxifen as adjuvant therapy to ER-positive breast cancer patients can lower metastasis rate by 65%. In other words, about one third of ER-positive breast cancer patients cannot benefit from tamoxifen. ”

  “Now that tamoxifen doesn’t take effect on antiestrogen, is there any help to eliminate the source of estrogen by removing my daughter’s ovary and womb?” The patient’s father questioned me closely.

  I said, “Your thought is very fashionable, which has theory basis and supporting cases.” And then I took a foreign star who removed her ovary and womb to prevent breast cancer as an example. I continued to say, “However, as I say, estrogen is not the only factor to cause breast cancer. There are other factors causing breast cancer. Under the situation that tamoxifen doesn’t work, it may be backfired that to lie hopes on removing ovary and womb to control advanced breast cancer. Moreover, your daughter’s breast cancer has spread extensively. Is there any gynecologist who takes adventure to cut out a normal ovary and a normal womb for unreliable effect? Even given a lot of guts, he or she dare not!” At last, I showed my greetings and wishes to the patients, conveyed by them. I encouraged the patient to have confidence and patience to fight against cancer, and to have positive and optimistic attitude as the return for family love. Besides, I gave her some guidance in daily life.


  A week later, the patient’s mother excitedly called and told me her daughter wanted to see me.

  The patient was a cool and young lady, unlike an advanced cancer patient. I stood up, hold her hands and said, “Thank God, you’re here.” On seeing her surprised look, I promptly explained, “There is a humorous Chinese host from CCTV (China Central Television), similar to the figure of English Mr. Bean. He hosts a program called ‘Thank God, you’re here’ which is popular in China. ” As she smiled, I said, “To welcome you, I specially prepare an egg for you. But it is not for you to eat, but a prop to answer your questions.”

  She asked me the first question, “At the very start, my doctor told me that my disease is not so serious, which can be treated well. Why does the cancer metastasize so quickly? ”

  I replied, “It is related to the substandard of the first treatment. But it is not the main reason. And here is the origin to cause breast cancer development and worsening. On the one side, cancer stem cells are crazy to copy and produce cancer cells without limitations; on the other side, the body immunity cannot recognize and kill so much cancer cells. Those two reasons combine together to become a tumor which grows and spreads constantly. Let’s look at this egg, the most primordial stem cell of chicken. Compared with a normal cell of chicken, except for its bigger size, the egg has a layer of thick shell. Human cancer stem cell has the similar structure of egg shell, so it is not afraid of chemotherapy and radiotherapy. Before taking tumor removal surgery, if cancer stem cells move to other organs or tissues and grow there, it is difficult to prevent cancer recurrence and metastasis no matter how much chemotherapy and radiotherapy we do later. It is well known that the treatment effect of surgery for the early cancer is remarkable. And people hold that it is unnecessary to take chemotherapy and radiotherapy for most of early cancer patients after operation. Why? Because the cancer stem cell at the early stage of cancer is still in the central of the tumor to grow stronger without moving outside. At this time, via surgery, cancer stem cell can be eliminated with the whole tumor. As for your present condition, the ideal treatment plan cannot be lack of intervention for cancer stem cell. Apart from surgery, there are minimally invasive treatments to intervene cancer stem cells and cancer cells in your body, including cryotherapy, microwave ablation, radio frequency, energetic particle etc. They can kill cancer towards its source. Moreover, if they are combined with immunotherapy, it will make your condition even better.”


  She asked an aggressive question, “What you say above is very nice. But I have a friend who is a breast cancer patient too. At first she went to Guangzhou to get treatment, but her condition was worse and worse. Until she was transferred to Singapore hospital, her condition got control. Could you please tell me why?”

  I answered, “First of all, Guangzhou is one of three biggest cities in China. There are many cancer hospitals with various cancer treatments in Guangzhou. So, could you please tell me which hospital your friend was admitted to? What treatments did she take? Secondly, minimally invasive therapy, as I say, is a new and high-end cancer treatment project. It highly demands for good equipments, and especially suitable treatment programme and high level of doctor’s medical techniques. That is to say, treatment effect of minimally invasive therapy is bound up with merit of doctor’s techniques and advancement of medical equipments. Different doctor operates different equipment, and the efficacy is different. Besides, the treatment effect also depends on the individual condition. Thirdly, your mom told me that you haven’t smiled since you got sick. But today, when I said the first sentence to you, I saw you smiling. So, I believe if you can receive better treatment, smile will be always on your face, increasing more joys to your families and friends.”

  Two weeks later, Indonesian patient Chandra, accompanied by her family, flied to Guangzhou to begin her special treatment trip in Modern Cancer Hospital Guangzhou.

    If you have any questions about cancer, please contact us via online consultation, e-mail. If you want to get more anticancer information, please follow our FaceBook and YouTube.

Rabu, 23 Maret 2016

Menggapai Kehidupan Baru, Kisah Penderita Kanker


Samarinda – Sejak sembuh dari kanker setelah melakukan pengobatan di Modern Cancer Hospital Guangzhou, undangan untuk menceritakan kisah pengobatanku datang silih berganti. Sebagai duta anti kanker, fotoku juga terpampang di majalah salah satu maskapai penerbangan plat merah dalam negeri. Kemana-mana gratis, keliling Indonesia tanpa harus pusing memikirkan isi kantong. Terbang ke sana-ke mari dengan pesawat terbang. Ini nikmat. Alhamdulillah.
Ribuan senyum dan gelak tawa pernah kutemui di setiap undangan. Tapi, jumlah senyum dan gelak tawa masih kalah jauh dibandingkan jumlah tangis dan kisah pilu yang kutemui. Perbandingannya ibarat air kolam dengan air laut. Jauuuhhhh….
Bagi yang sedang dirundung duka, mungkin kisah hidupku ibarat kisah di negeri khayangan. Ibarat dongeng pengantar tidur. Dongeng dari negeri antah-berantah. Kisah yang seolah-olah tak tergapai. Kisah yang seolah-olah jauh dari kenyataan.
Tidak! Kisahku selama berjuang melawan kanker adalah kisah dari anak manusia biasa. Kisah anak manusia yang berusaha meraih kesembuhan. Kisah yang bisa saja dijalani oleh anak manusia dari belahan bumi manapun.
Seperti kisahku kali ini.
Bangun pagi sebuah kewajiban apalagi akan melakukan perjalanan, hari ini (22/03/2016) perjalanan menuju Samarinda dalam menjalankan tugas kemanusiaan, memberikan motivasi dan informasi tentang penyakit kanker.
Mempersiapkan pakaian dan bekal selama di Samarinda sudah dikerjakan istri, karena baru sehari berada di rumah yang sebelumnya mengikuti lokakarya di Bojonegoro selama 3 hari, lelah soal biasa. Namun tetap harus berangkat lagi.
Dengan terburu-buru menuju Bandara Juanda, melalui jalan tikus yang tak semua orang tahu, akhirnya tiba kurang dari 30 menit di tempat pemberangkatan pesawat. Namun setelah memasuki pesawat bersamaan dengan kedatangan Presiden RI Jokowi, sehingga harus didelay 2 jam.
Demikian juga perjalanan Balikpapan ke Samarinda harus ditempuh selama 4 jam juga karena terbentur dengan kemacetan yang disebabkan perbaikan jalan sehingga membuat macet yang berkepanjangan.
Jarak yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 2,5 sampai 3 jam.Perjalanan dari Kota Bangkalan – Surabaya – Balikpapan – Samarinda harus ditempuh sekitar 10 – 11 jam. Perjalanan cukup melelahkan.
Di bumi Borneo ini. Sekali lagi kutemukan hal nyaris sama dengan di tempat lain. Informasi tentang penyakit kanker dan penyembuhannya masih sangat minim. Malah bukan hanya minim, tapi sulit lit…lit..
Juga seperti yang sudah-sudah, kisah pengobatan kanker yang kujalani menjadi sedikit pelepas dahaga bagi mereka, penderita kanker dan keluarganya.
Hidupku tidak di langit, kisahku bukan kisah langit, kisahku bukan kisah khayangan, kisahku adalah kisah di bumi. Kisah anak manusia. Bujur jua..

By : Jiddan

Senin, 16 Maret 2015

Wakil Presiden Asosiasi Tionghoa Filipina - Xu ZhenJi Mengunjungi Modern Cancer Hospital Guangzhou

Modern Cancer Hospital Guangzhou, Asosiasi Tionghoa Filipina
Wakil presiden Xu ZhenJi (kiri) berfoto bersama General Manager Rumah Sakit Lin ShaoHua (kanan)
  Pada 12 Maret, Wakil Presiden Asosiasi Tionghoa Filipina - Xu ZhenJi datang mengunjungi Modern Cancer Hospital Guangzhou. Lin ShaoHua, selaku General Manager mewakili Modern Cancer Hospital Guangzhou memberikan sambutan kepada Xu ZhenJi dan tamu lainnya. Seperti yang kita ketahui, kunjungan Presiden Asosiasi Tionghoa Filipina kali ini bertujuan untuk merasakan sendiri teknologi medis dan pelayanan yang ada di Modern Cancer Hospital Guangzhou, serta memahami prospek pengembangan Modern Cancer Hospital Guangzhou.
  Dengan didampingi oleh pimpinan rumah sakit, wakil presiden Xu ZhenJi menjalani beberapa jenis pemeriksaan, kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi seluruh bagian rumah sakit, termasuk kamar VIP pasien tumor, biaya pengobatan, dan layanan umum, budaya dan lain-lain.
  Wakil presiden Xu ZhenJi memberikan pengakuan penuh kepada Modern Cancer Hospital Guangzhou. “Dari segi teknis, keahlian dokter dan para perawat di sini sangat hebat, mereka bekerja dengan terampil. Dari segi pelayanan, mereka sangat teliti, mereka memperlakukan pasien layaknya keluarga sendiri”. Wakil presiden Xu ZhenJi menuturkan, ke depannya, ia sangat bersedia bekerja sama dan mendukung Modern Cancer Hospital Guangzhou dalam hal medis. Ia percaya, dengan membawa pasien Filipina ke Modern Cancer Hospital Guangzhou, pasien tidak hanya mendapatkan ketenangan, tetapi juga pengobatan yang maksimal.
Modern Cancer Hospital Guangzhou, Asosiasi Tionghoa Filipina
Dengan didampingi oleh pimpinan rumah sakit, wakil presiden Xu ZhenJi mengunjungi Modern Cancer Hospital Guangzhou